Modul Sekolah
BAB 1 - RAJIN BELAJAR

Pelajaran 1: Rajin Belajar

MI Dhiya'us Sunnah Cirebon
Estimasi baca: 15 menit

1. Mendengarkan Nasihat

Tiada Hari Tanpa Belajar

Allah memerintahkan seluruh kaum muslimin untuk mempelajari agamanya. Baik yang masih muda ataupun yang sudah tua harus tetap mempelajari agama ini. Walaupun ia sudah lama belajar maka ia harus tetap terus belajar. Tentunya, bagi yang baru belajar maka ia harus lebih giat lagi. Jadi, seluruh kaum muslimin wajib untuk mempelajari ilmu agamanya.

Tentu kamu sering membaca kisah-kisah para ulama terdahulu. Para ulama adalah orang-orang yang sangat memperhatikan ilmu dan amal. Mereka tak kenal lelah. Setiap waktu selalu mereka hiasi dengan belajar dan beramal saleh. Bahkan, mereka pergi dari satu kota ke kota lain hanya untuk mencari satu atau dua hadits. Mereka berjalan menyusuri padang pasir yang sangat panas di siang hari dengan bekal terbatas. Sebagian mereka ada yang sakit hingga kencing darah. Sungguh luar biasa kesungguhan dan keteguhan mereka. Mereka adalah pewaris para nabi.

Tidak ada seorangpun di dunia ini yang ingin menjadi orang bodoh. Tentunya, kamu ingin menjadi anak pintar bukan? Kamu harus rajin belajar agar menjadi anak pintar. Kamu tidak mungkin akan menjadi pintar jika malas belajar. Rajin pangkal pandai dan malas pangkal bodoh. Oleh karena itu, kita harus rajin berangkat ke sekolah karena sekolah adalah gudang ilmu. Tidak patut bagi seorang santri tidak masuk sekolah tanpa izin. Bolos adalah perbuatan tercela. Bolos berarti tidak menghargai ilmu. Orang yang tidak menghargai ilmu tidak pantas menjadi seorang ulama.

Panduan bagi pengajar:

  1. Memerintahkan kepada santri untuk menutup buku ketika cerita dibaca.
  2. Mengaitkan cerita di atas dengan keadaan sehari-hari.
  3. Menanyakan kepada santri kesimpulan sederhana dari kisah di atas.

Latihan 1-1

Majulah kamu ke depan kelas dan jawablah pertanyaan gurumu mengenai nasihat di atas!

Latihan 1-2

Berikan tanda centang pada kolom yang sesuai!

No. Perbuatan Baik Jelek
1. Senang jika tidak masuk sekolah
2. Selalu merapikan buku sehabis belajar
3. Tidak masuk sekolah tanpa izin
4. Duduk rapi ketika guru menerangkan
5. Selalu membersihkan kelas sehabis belajar
6. Berbincang dengan teman ketika pelajaran sudah dimulai
7. Selalu mengerjakan PR di rumah
8. Tidak mengerjakan soal-soal latihan
9. Senang bermain tetapi malas belajar
10. Selalu membaca Alquran sehabis solat

Latihan 1-3

Sebutkan 3 perbuatan baik yang berkaitan dengan sekolah selain yang ada di latihan 1-2:

Sebutkan 3 perbuatan jelek yang berkaitan dengan sekolah selain yang ada di latihan 1-2:

2. Mengungkapkan Rasa Kagum atau Rasa Sedih

Kekaguman dan Kesedihan Hasan

Hasan dan keluarganya pergi berlibur ke pegunungan. Hasan melihat pemandangan yang indah di tempat itu. Matahari terbit di sela-sela gunung, burung-burung berkicau riang di pagi hari dan mata air sejuk dan jernih mengalir di antara bebatuan.

“Masya Allah, alangkah indahnya pemandangan ini,” kata Hasan. Mata Hasan hampir tak berkedip melihat pemandangan itu. Hasan sangat kagum kepadanya.

“Hasan, Kita harus bersyukur kepada Allah atas nikmat yang telah Allah berikan. Allah akan menambah kenikmatan-Nya kepada hamba yang mau bersyukur.” Abi menasihati Hasan agar tidak lupa diri. Semua yang ada di langit dan di bumi adalah ciptaan dan milik Allah. Wajib bagi seluruh hamba untuk bersyukur kepada Allah.

“Semua ini harus kita jaga dan pelihara. Menjaga dan memeliharanya adalah salah satu cara kita bersukur kepada Allah.” Abi mengingatkan agar menjaga alam ini. Alam yang rusak dapat mengakibatkan bencana alam.

“Ya Abi, Aku sungguh sedih jika melihat alam ini rusak. Hutan yang gundul, sungai yang tercemar, mata air habis. Manusia yang merusaknya dan mereka pula yang merasakan akibatnya,” kata Hasan sedih.

Hasan dan keluarganya pulang keesokan hari. Hasan bertekad akan menjaga alam ini. Hasan akan menceritakan kisahnya kepada teman-teman di sekolah. Ia juga akan mengajak teman-temannya untuk tidak merusak alam ini.

Rasa kagum muncul ketika seseorang melihat sesuatu yang indah atau bagus. Rasa kagum juga bisa muncul ketika ia mendengar suara yang indah. Hasan sangat kagum ketika melihat pemandangan yang indah. Hasan juga kagum ketika mendengar suara burung-burung yang merdu. Coba perhatikan ucapan Hasan berikut:

Masya Allah, alangkah indahnya pemandangan ini.

Rasa sedih muncul ketika seseorang melihat atau mendengar sesuatu yang menyedihkan. Contoh yang dapat membuat kita sedih adalah ketika teman kita sakit atau ketika seseorang terkena musibah. Hasan sedih jika alam ini rusak. Coba perhatikan ucapan Hasan berikut:

Aku sungguh sedih jika melihat alam ini rusak.

Latihan 1-4

Ungkapkan rasa kagum atau rasa sedihmu dengan kejadian berikut!

  1. Temanmu tidak masuk sekolah karena sakit.
  2. Temanmu mendapat nilai 100 pada ulangan harian pertama.
  3. Kamu mendengar bacaan Alquran Ustaz Ibrahim yang merdu.
  4. Abi membelikanmu baju baru yang sangat bagus.
  5. Halaman sekolah kotor karena banyak sampah berserakan.

Panduan bagi pengajar:

  1. Memerintahkan kepada santri untuk maju ke depan.
  2. Menanyakan kepada santri jawaban dari latihan di atas dengan bahasanya sendiri.

Latihan 1-5

Buatlah kalimat-kalimat tentang keindahan suatu tempat. Kamu bisa memilih tempat yang pernah kamu kunjungi seperti pantai, gunung, desa, atau yang lainnya. 1. 2. 3.

3. Membaca Kisah Sang Penghancur Berhala

Sang Penghancur Berhala

Nabi Ibrahim lahir di sebuah negeri yang bernama Babilonia. Beliau memiliki istri yang bernama Sarah. Beliau juga memiliki seorang keponakan yang saleh yang bernama Luth. Luth juga seorang nabi. Nabi Ibrahim, ayahnya, Sarah dan Nabi Luth pergi meninggalkan Babilonia dan menetap di suatu daerah yang bernama Harran.

Penduduk Harran tidak beribadah kepada Allah. Mereka beribadah kepada bintang-bintang. Mereka membuat hari-hari raya untuk bintang-bintang yang mereka sembah. Mereka juga memiliki berhala yang sangat banyak. Kaum Nabi Ibrahim menyembah berhala-berhala itu. Allah mengutus Nabi Ibrahim kepada kaumnya untuk meluruskan mereka agar beribadah kepada Allah semata.

Nabi Ibrahim pernah berkata kepada ayah dan kaumnya, “Patung-patung apa ini? Mengapa kalian menyembahnya?”

Mereka menjawab, “Kami menyembahnya karena mengikuti nenek moyang kami.”

Ibrahim berkata, “Sungguh kalian dan nenek moyang kalian berada dalam kesesatan yang nyata.”

Suatu ketika, Nabi Ibrahim menghancurkan seluruh berhala yang mereka miliki. Nabi Ibrahim hanya menyisakan satu berhala saja. Berhala itu adalah berhala yang paling besar.

Kaumnya mendapati patung-patung mereka hancur berantakan. Mereka saling bertanya, “Siapa yang melakukan ini?” Mereka mencari tahu pelakunya. Diantara mereka ada yang mengatakan bahwa pelakunya adalah Ibrahim. Akhirnya, Nabi Ibrahim pun dipanggil.

“Ibrahim, apakah engkau yang menghancurkan berhala-berhala ini?” Mereka bertanya kepada Ibrahim dengan penuh curiga.

Ibrahim menjawab, “Di sisi kalian tersisa sebuah patung yang besar. Dialah pelakunya. Tanyalah kepadanya, jika ia bisa menjawab pertanyaan kalian!”

Mereka kaget dengan jawaban Nabi Ibrahim. Mereka sadar bahwa sebenarnya berhala itu tidak bisa berbicara. Mereka pun sadar bahwa sebenarnya berhala itu tidak mampu melakukan apa-apa.

Nabi Ibrahim menasihati mereka, “Jika kalian mengetahui berhala itu tidak dapat berbicara, mengapa kalian tetap menyembahnya? Seharusnya kalian hanya menyembah Allah semata. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Kaum Nabi Ibrahim tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Mereka tetap sombong dan tidak mau menyembah Allah semata. Mereka tidak suka dakwah yang dibawa Nabi Ibrahim. Mereka menyakiti Nabi Ibrahim. Mereka mengatakan, “Bunuhlah atau bakarlah dia!” Mereka pun membakarnya. Allah menyelamatkan Nabi Ibrahim dari api yang membakarnya. Allah menjadikan api itu terasa dingin bagi Nabi Ibrahim. Allah Maha Kuasa untuk melakukan apa saja yang Ia kehendaki.

Latihan 1-6

Bacalah dengan suara nyaring kisah di atas di depan kelasmu!

Panduan bagi pengajar:

  1. Memperbaiki kesalahan bacaan santri.
  2. Mengajarkan santri untuk membaca dengan intonasi yang tepat sesuai dengan tanda baca yang ada.

Latihan 1-7

Jawablah pertanyaan berikut dengan kalimat sempurna!

  1. Siapa nama istri Nabi Ibrahim?
  2. Mengapa kaum Nabi Ibrahim menyembah berhala?
  3. Siapa yang menghancurkan berhala-berhala itu?
  4. Tulis kembali jawaban Nabi Ibrahim atas pertanyaan mereka yang mencurigai Nabi Ibrahim sebagai pelakunya!
  5. Siapakah yang berhak disembah?

Latihan 1-8

Bisakah kamu menyimpulkan kisah di atas? Menyimpulkan kisah atau bacaan berarti mengambil inti dari kisah atau bacaan tersebut. Coba kamu simpulkan kisah di atas menjadi beberapa kalimat! 1. 2. 3. 4.

4. Mengenal Sinonim Kata

Sinonim berarti persamaan kata. Suatu kata bisa memiliki makna yang sama dengan kata yang lain. Perhatikan contoh berikut:

  • Indah sekali pemandangan itu.
  • Bagus sekali pemandangan itu.

Kata indah dan bagus pada dua kalimat di atas memiliki arti yang sama. Ini berarti sinonim dari kata indah adalah bagus.

Latihan 1-9

Carilah sinonim dari kata-kata berikut:

  1. Marah
  2. Pintar
  3. Bodoh
  4. Merdu
  5. Lucu
  6. Takut
  7. Letih
  8. Gembira
  9. Sedih
  10. Loncat

Latihan 1-10

Buatlah kalimat dengan menggunakan kata-kata yang ada pada latihan 1-9! 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.